Home Edukasi Badan Bahasa Kembali Gelar Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia

Badan Bahasa Kembali Gelar Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia

60
0
SHARE
Badan Bahasa Kembali Gelar Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia

Keterangan Gambar : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia (Badan Bahasa), Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) kembali menggelar Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia, Rabu (17/06/2026). (sumber foto : ratman/pjminews.com)

JAKARTA - PJMINews.com– Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia (Badan Bahasa), Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) kembali menggelar Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia, Rabu (17/06/2026).

Kegiatan yang di gelar di Aula Sasadu, Gedung M.Tabrani, Badan Bahasa di-Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur di buka oleh Staf Ahli Bidang Teknologi Pendidikan Kemendikdasmen, Ir. Moch Abduh, MS.Ed, Ph.D, selain itu juga dihadiri oleh Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, S.Sos, M.Si beserta jajarannya, serta para narasumber.

Adapun para peserta terdiri dari para guru, jajaran di lingkungan Dinas Pendidikan dari berbagai daerah serta para perwakilan dari berbagai lembaga dan awak media. Kegiatan diadakan secara luring dan daring, sebanyak 50 orang peserta mengikuti kegiatan secara luring di Kantor Badan Bahasa dan kurang lebih 500 peserta ikut aktif melalui daring dari seluruh Indonesia.

Kagiatan ini sebagai wujud dan komiten Badan Bahasa Kemendikbudristek dalam penguatan dan pemajuan kebahasan dan kesusastraan, salah satunya melalui kemahiran berbahasa Indonesia melalui Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adapatif Merdeka.

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut, diataranya : Dr. Rachmita Maun Harahap, S.T., M.Sn. (Komisioner Nasional Disabilitas), Dr. Backy Krisnayuda, S.H., M.H, (Kepala Subdirektorat Kewarganegaraan Direktorat Tata Negara Ditjen Adm Hukum Umum, Kementrian Hukum), Anggi Alviani, S.Pd (Guru SMPN 264 Jakarta) dan dimoderatori oleh : Dr.Atikah Solihah, M.Pd (Widyabasa Ahli Madya Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra).

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si.dalam kata sambutanya menekankan pentingnya Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), bagi pemangku kepentingan guna mengetahui tingkat kemahiran berbahasa Indonesia dari berbagai jenjang, sehingga masyarakat bangga berbahasa Indonesia.

Disisi lain Staf Ahli Bidang Teknologi Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Moch. Abduh, lebih menekankan pada kualitas kompetensinya, jangan sebatas dilihat dari angka-angka semata.

UKBI Adaptif Merdeka

Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terus berkomitmen mewujudkan kesetaraan dalam dunia literasi. Melalui inovasi terbaru, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka kini secara resmi dioptimalkan agar ramah bagi para penyandang disabilitas.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh warga negara, tanpa terkecuali, memiliki akses yang sama untuk mengukur dan meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia mereka.

Salah satu pengembangan penting dalam layanan UKBI Adaptif ialah UKBI Adaptif Disabilitas Rungu. Layanan ini dikembangkan untuk memberikan kesempatan yang setara kepada penyandang disabilitas rungu dalam mengukur kemahiran berbahasa Indonesia secara objektif, adil, dan sesuai dengan karakteristik komunikasi mereka.

Pengembangan UKBI Adaptif Disabilitas Rungu menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kebahasaan yang inklusif. Prototipe UKBI Adaptif bagi Disabilitas Rungu telah dirancang dan dikembangkan pada tahun 2024.

Selanjutnya, pada tahun 2025 dilakukan penambahan modul layanan UKBI Disabilitas Rungu sebagai upaya memastikan bahwa UKBI Adaptif dapat digunakan oleh peserta dengan hambatan pendengaran.

UKBI Adaptif Disabilitas Rungu telah diujicobakan secara nasional pada 9 Oktober 2025. Uji coba tersebut digelar serentak melalui balai dan kantor bahasa di provinsi serta diikuti oleh 222 peserta penyandang disabilitas rungu. Uji coba ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan soal, aplikasi, layanan, serta mekanisme pelaksanaan UKBI bagi peserta dengan hambatan pendengaran.

Materi UKBI Adaptif Disabilitas Rungu terdiri atas empat seksi, yaitu Seksi I Memirsa, Seksi II Merespons Kaidah, Seksi III Membaca, dan Seksi IV Menulis. Penyesuaian ini dilakukan dengan memperhatikan pengalaman berbahasa peserta rungu yang banyak bertumpu pada informasi visual dan tulis. Dengan demikian, aksesibilitas layanan diperkuat tanpa menurunkan mutu pengukuran.

Kehadiran UKBI Adaptif Disabilitas Rungu diharapkan dapat memperluas akses layanan kebahasaan yang setara, modern, dan inklusif. Hasil uji ini juga diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih akurat tentang profil kemahiran berbahasa Indonesia penyandang disabilitas rungu. Data tersebut dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran, pembinaan kebahasaan, dan peningkatan layanan pendidikan yang lebih responsif.

Dengan adanya UKBI ramah disabilitas ini, Indonesia selangkah lebih maju dalam mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, khususnya dalam hal kesetaraan hak pendidikan dan ketenagakerjaan.

Ke depan, Badan Bahasa berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan fitur-fitur ini agar semakin sempurna, responsif, dan mampu menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas di seluruh pelosok negeri, menuju Indonesia Insklusif.

Capaian dan Data

Berdasarkan data dari Badan Bahasa Kemendikdasmen, sampai saat ini sebanyak 1.321.298 orang telah mengikuti UKBI Adapatif sejak tahun 2021 – 2025. Jumlah peserta UKBI dapatif didominasi oleh kalangan pelajar, yaitu sebanyak : 272.824 orang atau (84,9%) dari total peuji tahun (2025).

UKBI Adaptif juga diikuti oleh peuji dari kalangan professional dengan berbagai latar belakang pekerjaan. Jumlah tenaga professional yang mengikuti UKBI Adapatif sebanyak : 15.479 oarang atau (4,8%) dari total peuji keseluruhan pada tahun 2025.

Disamping itu UKBI Adapatif pada tahun 2025 telah diikuti oleh peuji dari 38 provinsi atau *439 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sementara untuk warga negara asing, sebanyak : 243 orang warga negara asing dari 51 negara mengikuti UKBI Adaptif.

?Selama ini, masyarakat lebih akrab dengan TOEFL untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris. Padahal, Indonesia memiliki instrumen resmi yang tidak kalah canggih, yaitu Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Melalui Uji Kemahiran Berbasa Indonesia (UKBI) dirancang sebagai alat ukur resmi dan objektif oeleh Kemendikdasmen untuk mengevaluasi kemahiran berbahasa sekaligus memperkuat jati diri bangsa. - (ratman/pjmnews)