Home Edukasi Pakar Literasi PJMI Jadi Pembicara Workshop BPMP Maluku

Pakar Literasi PJMI Jadi Pembicara Workshop BPMP Maluku

Bicara tentang Optimalisasi Pemanfaatan PID dalam Pembelajaran

9
0
SHARE
Pakar Literasi PJMI Jadi Pembicara Workshop BPMP Maluku

Keterangan Gambar : Screenshot webinar: Dr. Misbah Fikrianto M.M., M.Si., M.Pd.

Ambon, pjminews.comDua pakar pendidik PJMI Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., M.Pd dan Setyohadi Wiratmoko menjadi pembicara pada pada Workshop Optimalisasi Pemanfaatan PID dalam Pembelajaran Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku secara daring Rabu (15/7/2026)

Dalam workhop yang dilaksanakan secara daring itu, Dr Misbah, yang merupakan salah seorang Penasehat PJMI mengatakan, pembelajaran yang bermutu dapat diwujudkan melalui penerapan teknologi pendidikan. Teknologi bukan sekadar alat bantu, tetapi menjadi bagian dari strategi pembelajaran.

"Literasi menjadi sangat penting di abad ke-21. Salah satunya adalah literasi data dan literasi teknologi. Kedua literasi ini menjadi bekal penting bagi pendidik dan peserta didik dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman," ungkap Misbah yang juga Wakil Rektor (Warek) III Universitas Islam As Syafiiyah (UIA) ini.

Menurut Misbah, yang juga Deputi Direktur Administrasi SEAQILDr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., M.Pd peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi secara tepat.

Sementara pakar literasi digital PJMI Setyohadi Wiratmoko mengatakan perkembangan industri kreatif dan multimedia memberikan banyak peluang bagi guru untuk menghadirkan materi pembelajaran yang lebih inovatif.

Setyohadi Wiratmoko yang membawakan materi "Digital Workspace: Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) " memperlihatkan berbagai peluang pemanfaatan papan interaktif digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan kolaboratif.

"Zaman sekarang industri kreatif dan multimedia berkembang sangat pesat. Kita bisa membuat bermacam-macam konten untuk ditampilkan, mulai dari animasi, video pembelajaran, simulasi, hingga media interaktif yang membuat pembelajaran menjadi lebih hidup," ujar Setyohadi yang juga CEO Rumah Edukasi Digital. 

Sedangkan Kepala BPMP Provinsi Maluku, Dr. La Mansur, mengatakan  bahwa transformasi pendidikan memerlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. Ia berharap para narasumber dapat membagikan pengalaman dan keilmuan kepada seluruh peserta sehingga mampu memperkuat implementasi pembelajaran berbasis teknologi di Maluku.

"Kami berharap Bapak dan Ibu narasumber dapat membagikan ilmunya kepada kami," ujar Dr. La Mansur.

Ia juga berharap kegiatan ini menjadi awal terbangunnya kolaborasi yang berkelanjutan.

"Mudah-mudahan ini menjadi kolaborasi di antara kita untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Maluku," tambahnya.

Workshop yang diikuti oleh hampir 100 peserta dari berbagai daerah di Provinsi Maluku ini berlangsung secara interaktif. Para peserta tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi hingga sesi diskusi dan tanya jawab. Beragam pertanyaan, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi pembelajaran digital disampaikan oleh peserta, menunjukkan tingginya semangat untuk meningkatkan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.

Antusiasme tersebut mencerminkan besarnya komitmen para pendidik di Maluku untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mengimplementasikan pembelajaran yang lebih inovatif di satuan pendidikan masing-masing. Melalui kegiatan ini, BPMP Provinsi Maluku berharap terbangun kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, praktisi, akademisi, dan para pendidik dalam mempercepat transformasi pendidikan serta mewujudkan pembelajaran yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21.***(pjmi/IL/hepy)