
Keterangan Gambar : Ustad Bachtiar Nasir (UBN) saat sholat ghaib untuk mantan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani, di Masjid Istiqlal. (foto sajid)
JAKARTA , pjminews.com-Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) yang juga Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid), Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), menghadiri shalat gaib untuk mendoakan mantan Emir Qatar, Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Shalat gaib tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya tokoh yang dinilai berjasa mengantarkan Qatar menjadi salah satu negara berpengaruh di kawasan Timur Tengah dan dunia.
Shalat gaib dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla, Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, para ulama, serta tokoh masyarakat.
Usai pelaksanaan shalat gaib, UBN menyampaikan duka cita sekaligus mengenang kepemimpinan Syekh Hamad yang menurutnya telah membawa perubahan besar bagi Qatar. Di bawah kepemimpinannya, Qatar tumbuh menjadi negara yang memiliki posisi strategis dalam diplomasi internasional, pengembangan pendidikan, hingga penguatan media.
"Beliau telah meletakkan fondasi penting yang menjadikan Qatar memiliki peran strategis di tingkat internasional. Warisan kepemimpinannya tidak hanya dirasakan rakyat Qatar, tetapi juga memberi pengaruh bagi dunia Islam," kata UBN.
Menurut UBN, salah satu warisan paling menonjol dari Syekh Hamad adalah keberhasilannya membangun kekuatan lunak (soft power) Qatar melalui diplomasi dan media. Kebijakan-kebijakan yang ditempuhnya membuat negara kecil di Teluk itu mampu memainkan peran penting dalam berbagai isu regional maupun internasional.
Nama Syekh Hamad juga tidak dapat dipisahkan dari lahirnya jaringan televisi Al Jazeera. Pada pertengahan 1990-an, setelah layanan siaran berbahasa Arab BBC dihentikan akibat persoalan sensor pemberitaan, ia merekrut sejumlah jurnalis Arab dan mendukung pendirian Al Jazeera dengan investasi awal sekitar 150 juta dolar AS. Kepemimpinan media tersebut kemudian dipercayakan kepada sepupunya, Syekh Hamad bin Thamer Al Thani.
Dalam perkembangannya, Al Jazeera menjadi salah satu jaringan berita paling berpengaruh di dunia Arab dengan pendekatan pemberitaan yang relatif lebih independen dibandingkan banyak media regional pada masanya. Popularitasnya semakin meningkat setelah serangan 11 September 2001 ketika menjadi salah satu media yang menayangkan rekaman Osama bin Laden. Di sisi lain, pemberitaan Al Jazeera juga kerap menuai kritik, terutama dari Amerika Serikat, karena dinilai menghadirkan sudut pandang yang berbeda dalam peliputan perang Irak maupun konflik Palestina.
Meski demikian, UBN menilai berbagai dinamika yang menyertai perjalanan Al Jazeera tidak menghapus kontribusi besar Syekh Hamad dalam membangun Qatar sebagai negara yang memiliki pengaruh global.
"Beliau meninggalkan jejak kepemimpinan yang kuat dalam memperkuat diplomasi, pendidikan, dan media. Semoga segala amal baiknya diterima Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi para pemimpin Muslim untuk terus membangun kemaslahatan umat," ujarnya.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia. Ia mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal ibadahnya diterima.
"Atas nama pemerintah dan segenap warga masyarakat bangsa Indonesia, kami mengucapkan rasa belasungkawa yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Nasaruddin.
Menag mengatakan kepemimpinan Syekh Hamad tidak hanya membawa kemajuan bagi Qatar, tetapi juga memberikan kontribusi penting terhadap perdamaian dan kerja sama internasional.
"Almarhum telah memimpin Qatar dengan meninggalkan begitu banyak kesan positif. Bukan saja memakmurkan dan membahagiakan rakyatnya, tetapi juga menjadi faktor penting bagi kerja sama di kawasan Timur Tengah, dunia Islam, hingga tingkat internasional. Hubungan Indonesia dan Qatar saat ini berkembang sangat baik dan melahirkan banyak kerja sama yang positif bagi kedua negara," katanya.
Sementara itu, Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas penyelenggaraan shalat gaib di Masjid Istiqlal. Menurutnya, pelaksanaan shalat gaib di masjid terbesar di Asia Tenggara itu merupakan bentuk penghormatan yang sangat berarti bagi rakyat Qatar.
"Terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir di Masjid Istiqlal dan mendoakan almarhum Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani. Ini merupakan sebuah kehormatan yang sangat besar bagi kami. Terlaksananya salat gaib di Masjid Istiqlal memiliki makna yang sangat mendalam bagi keluarga dan rakyat Qatar," ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia, para tokoh nasional, ulama, dan seluruh masyarakat yang telah menunjukkan simpati dan doa bagi almarhum. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi bukti eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Qatar yang telah terjalin selama ini.***(pjmi/aboe/ibn)










LEAVE A REPLY