
Keterangan Gambar : Pengurus Pusat PB Al Washliyah foto bersama saat silaturrahmi dengan tamu Palestina (foto aboe)
Jakarta, pjminews.com- Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah menerima kunjungan silaturahmi Ketua Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban Palestina (YPSPP), Dr. Ahed Abu Al Atha, bersama Ketua Komisi Fatwa Universitas Gaza, Prof. Maher Hamed Alholi, di Kantor PB Al Washliyah, Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 41, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).
Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Washliyah, Dr. H. Masyhuril Khamis, SH., MM., menegaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi biasa, melainkan perwujudan ikatan persaudaraan Islam yang mendalam.
“Kunjungan ini bukanlah sekadar kunjungan biasa, melainkan perwujudan dari ikatan persaudaraan Islam yang mendalam antara rakyat Indonesia dan Bangsa Palestina yang kini sedang terjajah,” ujar KH. Masyhuril, dalam sambutannya.
KH. Masyhuril mengatakan, Al Washliyah akan terus mengajak umat Islam memberikan dukungan kepada rakyat Palestina bukan saja melalui doa, tetapi juga harta dan berbagai bentuk lain.
“Al Washliyah bersama rakyat Palestina dalam satu barisan, satu hati, dan satu raga,” tegas KH. Masyhuril.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Al Washliyah menawarkan program beasiswa bagi anak-anak Palestina yang ingin menempuh pendidikan di Indonesia.
“Al Washliyah memiliki universitas dan panti asuhan yang siap menerima anak-anak kita dari Palestina untuk belajar di sekolah dan universitas kami. Mereka berhak mendapatkan beasiswa pendidikan dari kami,” kata Masyhuril.
KH. Masyhuril berharap dukungan tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu rakyat Palestina hingga tercapainya kemerdekaan Palestina kebebasan Masjid Al-Aqsa.
Kurikulum
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB Al Jam’iyatul Washliyah, Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, S.Ag., MA., menegaskan bahwa kepedulian terhadap Palestina juga akan diperkuat melalui kurikulum
Al Washliyah akan memasukkan materi-materi kepalestinaan ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi yang berada di lingkungan organisasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan kepedulian generasi muda terhadap sejarah, kondisi, serta perjuangan rakyat Palestina.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Acara diawali dengan makan bersama dengan hidangan khas Al Washliyah, antara lain gulai daun singkong tumbuk, teri dan jengkol. Para tamu dari Palestina tampak menikmati hidangan tersebut.
Suasana persaudaraan semakin terasa melalui prosesi tukar-menukar selendang. Para tamu memasangkan selendang khas perjuangan Palestina kepada tuan rumah, sementara jajaran Al Washliyah memasangkan selendang khas Al Washliyah kepada para tamu. Para tamu juga dikenakan peci beludru hitam dengan logo Al Washliyah.
Bahkan, Prof. Maher Hamed Alholi memberi gelar Abu Al-Quds kepada KH Masyhuril Khamis atas kepedulian dan upaya nyatanya membebaskan Jerussalem dari cengkraman penjajah.
Sejumlah jajaran PB Al Washliyah hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Bendahara Umum serta pimpinan organisasi bagian, yakni Muslimat Al Washliyah dan Angkatan Putri, Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA), Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Al Washliyah (IPA dan HIMMAH), serta Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA).
Pertemuan tersebut menjadi penegasan komitmen Al Washliyah untuk terus memperkuat ukhuwah dengan rakyat Palestina, sekaligus mewujudkan solidaritas melalui doa, bantuan dan akses pendidikan.***(pjmi/il/sp)









LEAVE A REPLY