Jakarta, pjminews.com-Gerakan Aksi Rakyat Bela Indonesia akan menggelar aksi massa di Lapangan Hijau Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (8/11/2026).
Hal tersebut disampaikan Ketua Organizing Committee (OC) Aksi Rakyat Bela Indonesia, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) pada konprensi pers di kampus Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta Selatan, Sabtu (7/11/2026).
Hadir dalam konpres tersebut sejumlah pimpinan tokoh masyarakat, pimpinan ormas dan pimpinan partai politik, diantaranya, Ketua Umum PSI Ferry Joko Juliantono, Ketua Umum Wahdah Islamiyah KH Zaitun Rasmin. Juga hadir Bunda Neno Warisman yang membuatkan lagu khusus untuk aksi tersebut.
Menurut UBN, ada lima tuntutan dalam aksi tersebut, diantaranya persoalan oligarki dan pemanfaatan sumber daya alam oleh kelompok tertentu
"Para oligarki yang kami maksud adalah mereka yang melakukan pengkhianatan secara ekonomi. Terutama pihak-pihak yang menyebabkan persoalan seperti kebakaran hutan. Mereka yang memiliki tanggung jawab atas lahan seharusnya ikut bertanggung jawab karena dampaknya sangat besar," ujar UBN.
Ia menilai, persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kepentingan rakyat yang harus menanggung dampak kerusakan lingkungan. Karena itu, gerakan ini ingin mendorong agar pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya alam tidak lepas dari kewajibannya.
Selain persoalan ekonomi dan lingkungan, UBN juga menyoroti dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah tokoh masyarakat, aktivis, dan insan media. Ia menyebut dugaan tersebut sebagai persoalan serius yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan hukum.
UBN mengaku dirinya juga merasa menjadi pihak yang terdampak dugaan penyadapan tersebut. Ia mempertanyakan motif di balik tindakan itu, termasuk kemungkinan adanya kepentingan politik tertentu.
"Pengkhianatan ketika terjadi penyadapan. Bagi saya, ini merupakan pengkhianatan. Bukan hanya urusan Presiden, tetapi ternyata kami juga terkena. Bahkan, saya sendiri juga kena dan saya berhak untuk menuntut. Saya akan mencari perlindungan hukum atau langkah-langkah yang bisa dilakukan," katanya.
Menurut dia, dugaan penyadapan tersebut harus diusut secara serius dan tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan. Terlebih, apabila tindakan itu berkaitan dengan kepentingan politik atau upaya menggoyahkan pemerintahan yang sedang berjalan.
Tuntutan lain yang disampaikan adalah mendesak pemerintah melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) terkait polemik dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
UBN menegaskan, putusan lembaga peradilan harus dihormati dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum. Menurut dia, kepastian pelaksanaan putusan tersebut penting agar persoalan yang berkembang di tengah masyarakat tidak terus berlarut-larut.
Rangkaian aksi akan diawali dengan salat Subuh berjamaah di Masjid Agung Al-Azhar. Setelah itu, peserta berkumpul di Lapangan Hijau untuk mengikuti acara utama yang dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
Ia memperkirakan jumlah peserta yang hadir mencapai ribuan orang UBN menegaskan, Aksi Rakyat Bela Indonesia dimaksudkan menjadi ruang penyampaian aspirasi masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional. Melalui gerakan tersebut, panitia berharap tuntutan yang disuarakan mendapat perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum serta kebijakan yang berlaku.***(pjmi/IL)










LEAVE A REPLY