
Keterangan Gambar : Pak JK dikenal sebagai figur yang memperkuat fondasi kebangsaan di atas nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil 'alamin Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. (sumber foto : ist/pjminesw)
JAKARTA II PJMINews.com - Beredarnya narasi yang menuduh Bapak H. Muhammad Jusuf Kalla (JK) telah melakukan penistaan agama melalui ceramah beliau pada 5 Maret 2026 di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, merupakan tuduhan yang tidak berdasar, tidak memiliki pijakan fakta, dan sangat menyesatkan publik. Direktorat Literasi Digital PP PRIMA DMI memandang perlu untuk menyampaikan klarifikasi dan pernyataan sikap atas beredarnya informasi yang tidak bertanggung jawab tersebut.
Direktur Literasi Digital PP PRIMA DMI, Indra Syahfirman, menegaskan bahwa apa yang disampaikan Pak JK dalam forum akademik tersebut adalah bagian dari ikhtiar beliau sebagai negarawan sejati yang senantiasa mendorong penguatan toleransi, kerukunan, dan persatuan bangsa bukan sesuatu yang patut dipermasalahkan apalagi dikriminalkan.
JK: Negarawan Penjaga Harmoni Kebangsaan
Jusuf Kalla adalah putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk Indonesia. Beliau adalah tokoh yang tak pernah absen dalam setiap momen kritis sejarah bangsa dari proses rekonsiliasi konflik di Aceh, Poso, hingga Ambon, Pak JK tampil sebagai juru damai yang diakui dunia internasional. Rekam jejak beliau berbicara lebih keras dari tuduhan-tuduhan yang beredar tanpa bukti.
Sepanjang karier panjangnya sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia dua periode (2004–2009 dan 2014–2019), Pak JK dikenal sebagai figur yang memperkuat fondasi kebangsaan di atas nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil 'alamin Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Beliau tidak pernah membenturkan agama dengan kebangsaan, justru menjadikan keduanya sebagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.
Pak JK juga merupakan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), sebuah amanah yang beliau emban dengan penuh tanggung jawab. Di bawah kepemimpinan beliau, DMI telah menjadikan masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat peradaban, pemberdayaan umat, dan penguat kohesi sosial. Ini adalah bukti nyata komitmen Pak JK terhadap Islam dan bangsa Indonesia.
Narasi Sesat yang Harus Dihentikan
Tuduhan penistaan agama terhadap Pak JK adalah produk dari budaya hoaks dan disinformasi yang sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa. Di era digital saat ini, sebuah pernyataan dapat dengan mudah dipotong, diputar balik, dan disebarluaskan dengan narasi yang sama sekali berbeda dari konteks aslinya. Inilah yang terjadi pada ceramah beliau yang disampaikan di Masjid Kampus UGM pada 5 Maret 2026 sebuah forum yang sarat dengan semangat keilmuan dan kebangsaan, namun kemudian disalahpahami dan dieksploitasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Indra Syahfirman, Direktur Literasi Digital PP PRIMA DMI mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan terpengaruh oleh narasi-narasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada sumber informasi yang sahih dan terpercaya sebelum menyebarkan suatu berita, terutama yang berkaitan dengan tokoh-tokoh bangsa.
Indonesia adalah rumah kita bersama. Keberagaman suku, agama, ras, dan golongan adalah kekayaan, bukan kelemahan. Pak JK adalah salah satu dari sedikit tokoh yang benar-benar memahami dan menghayati prinsip ini, serta telah membuktikannya melalui pengabdian nyata selama puluhan tahun. Merusak nama baik beliau sama artinya dengan melukai semangat persatuan yang telah susah payah dibangun oleh anak-anak terbaik bangsa.
PP PRIMA DMI berdiri teguh bersama Pak JK. Beliau bukan penista agama beliau adalah negarawan, penjaga harmoni, dan tokoh bangsa yang telah mempersembahkan hidupnya untuk Indonesia yang damai, bersatu, dan bermartabat. Tutup Indra Syahfirman.
(RS/PJMINews)




444.png)





LEAVE A REPLY