MEDAN, pjminews.com--Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan kembali melepas generasi terbaiknya. Sebanyak 770 wisudawan dan wisudawati jenjang sarjana dan magister resmi dikukuhkan dalam Wisuda Angkatan ke-61 yang digelar di Regale Convention Center, Medan, Selasa (3/11/2026).
Mengusung tema “Lulusan Unggul dan Berdampak, Berdaya Saing Global, Berkarakter Islami dan Ke-Alwashliyahan Menuju World Class University”, wisuda kali ini menegaskan tekad UNIVA Medan melahirkan lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga kokoh dalam iman, akhlak, dan integritas.
Enam Fakultas
Fakultas Agama Islam menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 342 orang. Selanjutnya, Fakultas Ekonomi meluluskan 146 orang, Fakultas Hukum 131 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 85 orang, Fakultas Pertanian 52 orang, dan Fakultas Teknik 14 orang.
Capaian ini menunjukkan peran UNIVA Medan dalam menyiapkan sumber daya manusia terdidik di berbagai bidang, mulai dari ilmu keislaman, hukum, ekonomi, dan pendidikan, hingga pertanian dan teknik.
Pesan
Rektor UNIVA Medan, Prof. Dr. H. Saiful Akhyar Lubis, M.A.,mengatakan ijazah bukan sekadar bukti capaian akademik. Tetapi pintu menuju masa depan yang menuntut kompetensi, kreativitas, disiplin, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar.
Ia mengingatkan bahwa dunia di luar kampus berubah sangat cepat. Kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan ketatnya persaingan global menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh dan berintegritas.
Menurutnya, UNIVA Medan telah membekali lulusn dengan tiga modal utama, yakni Global mindset. Keterampilan yang relevan dan adaptif, serta nilai-nilai Islam yang kokoh.
Makanya Prof. Saiful menitipkan empat pesan kepada para lulusan, yakni, pertama menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner). Kedua, menegakkan pilar iman, Islam, dan Ihsan.
Pesan yang ketiga wisudawan tidak mudah risau menghadapi tantangan.
”Jika gagal, ambillah pelajaran, jika berhasil, bersyukurlah dan jangan berbangga diri,” ujarnya. Sementara pesan keempat, wisudawan hendaknya menebar kemanfaatan nyata bagi umat.
Jalan Panjang Mencerdaskan Bangsa
Wisuda Angkatan ke-61 UNIVA Medan menjadi lebih dari sekadar perayaan keberhasilan akademik. Di balik prosesi pemindahan tali toga dan kebahagiaan keluarga, tersimpan bukti bahwa perjuangan Al Jam'iyatul Washliyah di bidang pendidikan terus menyala. Organisasi yang lahir di Medan pada 1930 ini melahirkan UNIVA Medan pada 1958, dan hingga kini terus menambah barisan lulusan yang siap mengabdi.
Sekjen Al WAshliyah Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang S.Ag., MA mengatakan, tujuh ratus tujuh puluh lulusan yang dilepas hari itu adalah kontribusi nyata Al Washliyah bagi bangsa: para dai dan pendidik, ahli hukum dan ekonomi, insinyur dan penggerak pertanian, yang dibentuk dengan ilmu sekaligus akhlak.
"Pesan-pesan yang mengemuka sepanjang acara bermuara pada satu hal: kebermanfaatan. Dari Rektor hingga Menteri Agama, para lulusan diingatkan bahwa ukuran keberhasilan bukanlah gelar yang disandang, melainkan dampak yang dihadirkan bagi umat. Pada akhirnya, menghubungkan yang putus dan menyambung yang terpisah bukan hanya semboyan Al Washliyah, melainkan amanah yang kini dibawa 770 lulusan UNIVA Medan ke tengah masyarakat," ujarnya.
Melalui Wisuda Angkatan ke-61, lanjut Prof. Herlambang, UNIVA Medan kembali meneguhkan langkahnya menuju World Class University yang unggul, berdampak, dan tetap berakar pada nilai-nilai Islam serta ke-Alwashliyahan.*** (pjmi/Il/siper)










LEAVE A REPLY