Home Edukasi Bahas Prodi Kedokteran, UMN Silaturahmi ke Wamendiktisaintek

Bahas Prodi Kedokteran, UMN Silaturahmi ke Wamendiktisaintek

Didampingi Ketum PB Al Washliyah

56
0
SHARE
 Bahas Prodi Kedokteran, UMN Silaturahmi ke Wamendiktisaintek

Keterangan Gambar : Ketua Umum PB Al-Washliyah Dr.KH. Masyhuril Khamis, SH, MM. (2 dari kiri) saatr audiensi dengan  Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. (3 dari kiri) foto sir

JAKARTA, pjminews.comPengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah) bersama Rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah, Medan, Sumatera Utara bersilaturrahmi dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., di Kantor Kementerian Diktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Selatan,Senin 02 Maret 2026/12 Ramadan 1447 H

Rombongan dipimpin Ketua Umum PB Al-Washliyah Dr.KH. Masyhuril Khamis, SH, MM., didampingi Rektor UMN Al-Washliyah Prof. Firmansyah, M.Si., Assoc. Prof. Dr. Akmal Rizki Gunawan, M.A., Dr.KH. Julian Lukman, Lc., M.A., serta Sugeng Priyanto, Staf Kantor PB Al Washliyah.

Kehadiran jajaran pimpinan ini mencerminkan keseriusan PB. Al-Washliyah dalam menyerap arahan kebijakan sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat di bidang pendidikan tinggi.

Dalam pertemuan tersebut, Wamendiktisaintek, Prof Fauzan memberikan arahan agar pengembangan perguruan tinggi swasta diarahkan pada peningkatan mutu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia mendorong PTS untuk belajar dari praktik baik perguruan tinggi swasta unggul seperti Universitas Muhammadiyah Malang. Beliau menegaskan bahwa penguatan perguruan tinggi ke depan harus berbasis produk yang berdampak, yakni kualitas lulusan, inovasi keilmuan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia kerja.

Prof. Fauzan juga mengarahkan agar perguruan tinggi swasta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan dunia industri dalam mengembangkan serta menawarkan produk-produk hasil temuan dan inovasi kampus.

Menurut Fauzan, keunggulan PTS terletak pada fleksibilitas dan keberanian berinovasi, termasuk kemampuan menjamin kelulusan mahasiswa tepat waktu dan meningkatkan kepastian kerja lulusan. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat akan menilai perguruan tinggi berdasarkan luaran dan kompetensi, bukan semata-mata status negeri atau swasta.

Arahan lainnya disampaikan terkait kebijakan pembukaan Program Studi Kedokteran di perguruan tinggi swasta. Wamendiktisaintek menegaskan bahwa pemerintah pada prinsipnya membuka ruang bagi PTS untuk mengembangkan Prodi Kedokteran, sepanjang seluruh persyaratan akademik, ketersediaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta standar mutu dan regulasi yang ditetapkan telah dipenuhi secara komprehensif.

Selain itu, Prof. Fauzan juga memberikan arahan mengenai kebijakan hibah Program Pendanaan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) tahun 2026, kuota mahasiswa baru jenjang S1 di perguruan tinggi negeri, serta alokasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah.

Pemerintah, kata dia, berkomitmen mengatur proporsi secara lebih seimbang dan memberikan alokasi pendanaan serta bantuan pendidikan secara adil dan tepat sasaran, termasuk bagi perguruan tinggi yang dikelola organisasi kemasyarakatan yang berkontribusi dalam pemerataan akses pendidikan tinggi nasional.

Pertemuan berlangsung sekitar satu jam pada hari di Kantor Kementerian Diktisaintek, di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Selatan, yang diakhiri dengan tukar cinderamata dan foto bersama.*** (pjmi/Il/KW)